Skip to content

BISNIS KAYU GAHARU

March 16, 2013

Cerdas Berinvestasi dengan Gaharu

Dibandingkan dengan pohon jati, sengon dan jabon, pohon gaharu bisa dikatakan kalah pamor. Ketiga jenis pohon yang disebut diawal tadi, merupakan pohon jenis kayu-kayuan yang kerap digunakan sebagai material bagunan rumah dan seiring dengan pesatnya pertumbuhan bisnis properti maka tidak mengherankan jika harga kayu-kayuan dari ketiga jenis pohon tadi semakin mahal lantaran kerap dicari. Mengamati dinamisnya potensi tadi, tidak mengherankan jika prospek usaha  penanaman ketiga jenis pohon tersebut bertumbung pesat.

 Namun jangan salah, sebab pohon gaharu pun (setelah kita pelajari dan telusuri) juga memiliki prospek cerah nan menggiurkan ? Tidak percaya ? Mengutip dari situs online matanews.com dikabarkan harga getah gaharu mencapai Rp 5 juta hingga 20 juta per kilogramnya. Harga itu tergantung dari jenis dan kualitas gaharu. Untuk getah gaharu yang berkualitas rendah dan berwarna kunimg saja laku dijual seharga Rp 5 juta per kilogramnya. Sedangkan untuk getah gaharu yang berkualitas baik dan berwarna hitam laku dijual seharga antara Rp 15 juta hingga 20 juta per kilogramnya. Dan perhatian, harga jual yang dipaparkan di atas adalah harga tahun 2009 alias tiga tahun yang lalu. Jadi bisa dipastikan bila harga jual getah gaharu yang terbaru (2012) jauh lebih tinggi dari pada kisaran 20 juta tadi !

 Itu baru getah gaharunya saja lho, belum termasuk harga kayunya. Cuma memang dibandingkan dengan getahnya, kayu gaharu sedikit kalah populer. Getah gaharu terkenal dimanfaatkan untuk industri wewangian semacam parfum, body splash, dan lain-lain, perlengkapan keagamaan seperti hio atau dupa dan belakangan ini, untuk obat-obatan. Sebagaimana dinyatakan oleh Kepala Bidang Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Konservasi Alam dari  Kementerian RI Sulistyo A. Siran kepada Kompas, mengatakan gaharu mulai diendus pula untuk berbagai obat herbal penyakit berat seperti tumor, lever, kanker, tuberkulosis dan ginjal.

Selain harga getahnya yang selangit, lahan penanaman gaharu tidaklah seribet jati, sengon dan jabon yang membutuhkan lahan khusus dan luas. Pohon gaharu yang kerap identik  tumbuh (liar) di hutan tropis ternyata juga bisa ditanam di lahan yang biasa-biasa saja. Bahkan gaharu bisa ditanam di lahan pekarangan rumah. Karena itu, sebenarnya kita bisa mememiliki banyak kesempatan untuk menanam pohon yang terkenal dengan getah wanginya ini.

 Hanya saja ada pakem-pakem yang tidak boleh dilanggar dan harus tetap menjadi prioritas untuk diperhatikan. Yang paling sederhana ialah mengenai jarak tanam tiap batang pohon gaharu. Mengutip Radar Banjarmasin, disarankan untuk menanam setiap bibit kayu gaharu jangan terlalu rapat, diberi jarak sekitar 3-4 kali 6 meter. Pemberian jarak ini guna keberlangsungan pertumbuhan pohon yang sehat (cukup mendapat sinar matahsri, unsur hara tanah dan lain-lain). (kr)

 

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: